Kadin: Tiga Tantangan Indonesia di Sektor Ketenagakerjaan

21.08

Deskripsi: Dunia ketenagakerjaan menarik dibahas, karena menyangkut hajat orang banyak. Kadin paham betapa pentingnya pengelolaan isu ketenagakerjaan agar tetap kondusif.

Isu ketenagakerjaan selalu menarik untuk dicermati. Kenapa? Karena dunia ketenagakerjaan dengan segala dinamika yang ada di dalamnya selalu memuat isu-isu strategis. Mulai, kompetensi tenaga yang rendah, ketersediaan lapangan kerja yang tidak sebanding dengan jumlah angkatan kerja, dan seterusnya. Berbagai permasalahan tersebut tidak luput dari perhatian Kadin Indonesia.
Indonesia memang tengah dihadapkan pada tantangan di sektor ketenagakerjaan yang kian berat. Kadin mencatat setidaknya ada tiga tantangan yang dihadapi dunia ketenagakerjaan Indonesia ke depan. 
1. Kualifikasi dan kompetensi Masih Rendah
Tantangan pertama yang dihadapi dunia ketenagakerjaan adalah kualifikasi dan kompetensi angkatan kerja Indonesia yang masih rendah. Hal ini berakibat tenaga kerja Indonesia tidak mampu bersaing untuk menduduki posisi/jabatan strategis, khususnya di perusahaan-perusahaan swasta.
Mengutip data Kementerian Ketenagakerjaan, angkatan kerja Indonesia saat ini masih didominasi lulusan SD dan SMP dengan porsi 60% dari total angkatan kerja yang mencapai 132 juta orang pada 2019.  Itu artinya sebanyak 79 juta orang hanya mampu menduduki posisi bawah dalam struktur pekerjaanya.
Selain kompetensi rendah, dunia ketenagakerjaan nasional juga dihadapkan pada persoalan ketidaksesuaian (mismatch) antara pendidikan dengan pekerjaan. Ketidaksesuaian antara pekerjaan dengan latar pendidikan masih cukup tinggi yakni mencapai 60,52%.
Untuk mengatasi rendahnya kualifikasi dan kompetensi angkatan kerja, Kadin Indonesia meminta pemerintah agar meluncurkan satu program, misalnya pendidikan vokasi, pemagangan berbasis kompetensi di perusahaan, serta sertifikasi kompetensi. Program tersebut penting dalam rangka pemenuhan tenaga kerja sesuai kebutuhan industri.
2. Pasar Kerja yang Kian Ketat
Globalisasi di bidang ketenagakerjaan sejatinya membuka peluang yang selebar-lebarnya bagi tenaga kerja Indonesia untuk ikut bersaing dalam pasar kerja. Pekerja Indonesia diharapkan bisa bersaing dengan TKA yang mencari pekerjaan di Indonesia.
Persaingan dengan TKA tak bisa dihindari! Ini adalah konsekuensi Indonesia yang telah menandatangani perjanjian perdagangan bebas, termasuk lalu lintas ketenagakerjaan. Yang bisa dilakukan adalah menyiapkan SDM yang handal dan berkualitas sehingga SDM Indonesia tidak menjadi pengangguran di negeri sendiri.
Kadin memberikan solusi bagi pekerja lokal untuk bisa bersaing khususnya dengan TKA. Pertama, harus ada rasa percaya diri bahwa kamu bisa bersaing dengan TKA. Kedua, harus menguasai bahasa asing. Penguasaan bahasa asing juga tak kalah penting, karena dengan menguasai bahasa asing pekerja lokal bisa dengan mudah masuk ke perusahaan-perusahaan multinasional. 
Yang ketiga adalah pengalaman berorganisasi. Ini sangat penting karena akan membuat calon pekerja siap untuk terjun langsung ke dunia kerja. Solusi terakhir adalah tidak gagap teknologi (gaptek). Dunia sudah serba canggih dan untuk bisa bersaing dengan TKA, pekerja Indonesia harus menguasai teknologi dengan baik.
3. Berkah Bonus Demografi
Bonus demografi ibarat pisau bermata dua. Bonus demografi akan menjadi berkah jika angkatan kerja produktif Indonesia mampu terserap dengan baik. Sebaliknya, bonus demografi bisa menjadi bencana jika angkatan kerja produktif tidak bisa terserap pasar kerja.
Pemerintah bersama pelaku usaha harus optimistis menyambut bonus demografi sebagai sebuah berkah yang menguntungkan bagi kondisi ketenagakerjaan di Indonesia. Harus dipersiapkan pembangunan SDM yang unggul, misalnya melalui penguatan pembangunan di sektor vokasi.
Agar bonus demografi bernilai berkah, pemanfaatan teknologi digital juga perlu terus ditingkatkan agar berdampak positif bagi pertumbuhan e-commerce, startup, serta pengembangan ekonomi digital Indonesia. Selain itu, perlu adanya dukungan kebijakan yang mendorong terselenggaranya pendidikan dan pelatihan yang berkesinambungan serta terbukanya lapangan kerja.
Ketiga tantangan seperti yang dipaparkan Kadin diatas, sejatinya merupakan masalah klasik di sektor ketenagakerjaan yang tidak pernah kunjung selesai. Kompetensi tenaga kerja yang rendah serta pasar kerja yang kian ketat sudah sering dibahas di berbagai forum. Namun, itu semua belum sampai pada tataran praktis yang implementatif.

Share this :

Previous
Next Post »
0 Komentar

Penulisan markup di komentar
  • Silakan tinggalkan komentar sesuai topik. Komentar yang menyertakan link aktif, iklan, atau sejenisnya akan dihapus.
  • Untuk menyisipkan kode gunakan <i rel="code"> kode yang akan disisipkan </i>
  • Untuk menyisipkan kode panjang gunakan <i rel="pre"> kode yang akan disisipkan </i>
  • Untuk menyisipkan quote gunakan <i rel="quote"> catatan anda </i>
  • Untuk menyisipkan gambar gunakan <i rel="image"> URL gambar </i>
  • Untuk menyisipkan video gunakan [iframe] URL embed video [/iframe]
  • Kemudian parse kode tersebut pada kotak di bawah ini
  • © 2015 Simple SEO ✔